KULTUR SEKOLAH


RESUME

KULTUR SEKOLAH

Mata Kuliah:MAGANG 1

Dosen Pengampu: Farninda Aditya,M.Pd

 


 

 

Disusun Oleh: 

MUJIBBURRAHMAN 

(11901096) 

Semester/Kelas: IV/G

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

TAHUN AKADEMIK 2020/2021


Pengertian Kultur Sekolah

Menurut Antropologi (Koentjaraningrat, 2003: 72) kebudayaan
adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang
dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan
miliknya dengan belajar.
Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh
suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku,
sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Oleh
karena itu, suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh suatu generasi
kepada generasi berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang
didesain untuk memeperlancar proses transmisi kultural antar generasi
tersebut (Ariefa Efianingrum, 2009: 21).
Dapat disimpulkan, kebudayaan adalah sebagai keseluruhan
pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk
memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya,
serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Suatu kebudayaan juga
merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan
sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan
pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses
belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai 
karya yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota 
masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya 
tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, 
disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena 
lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.
kepentingan transmisi nilai (Ariefa Efianingrum, 2007: 51).
Pengertian kultur sekolah beraneka ragam. Deal dan Kennedy 
(Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 3) 
mendefinisikan kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik 
bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai warga 
suatu masyarakat. Jika definisi ini diterapkan di sekolah, sekolah dapat 
saja memiliki sejumlah kultur dengan satu kultur dominan dan sejumlah 
kultur lainnya sebagai subordinasi. Sejumlah keyakinan dan nilai 
disepakati secara luas di sekolah, sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-
nilai. Keadaan ini tidak menguntungkan, jika antara nilai-nilai dominan 
dan nilai-nilai subordinasi itu tidak sejalan atau bahkan bertentangan 
dengan membangun suatu masyarakat sekolah pro belajar atau
membangun sekolah yang bermutu.
Stolp dan Smith (Moerdiyanto, 1995: 78-86) menyatakan bahwa 
kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil invensi, penemuan 
oleh suatu kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi masalah-masalah 
yang berhasil baik serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan ke warga 
baru sebagai cara-cara yang dianggap benar dalam memandang, 
memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut. Jadi, kultur 
sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam 
memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak 
lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.
Menurut Schein (Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah 
Umum, 2003 : 3-4), kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil 
invensi, penemuan atau pengembangan oleh suatu kelompok tertentu saat 
ia belajar mengatasi masalah-masalah yang telah berhasil baik serta 
dianggap valid, dan akhirnya diajarkan ke warga baru sebagai cara-cara 
yang benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan masalah-
masalah tersebut. Menurut Zamroni (2005: 15), kultur atau budaya dapat 
diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan 
berkembang berdasarkan spirit dan nilai tertentu yang dianut sekolah.
Jadi kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas internal-latar, 
lingkungan, suasana, rasa, sifat dan iklim yang dirasakan oleh seluruh 
orang. Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks 
persekolahan, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur 
organisasi pendidikan Kultur Sekolah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Evaluasi

STRATEGI PEMBELAJARAN

MANAJEMEN KELAS